Contoh Dan Pengertian Fraud

Apa Itu Fraud?

Pengertian fraud menurut Association of Certified Fraud Examiners, adalah tindakan penipuan atau kecurangan yang dilakukan secara sadar atau sengaja untuk mendapatkan atau menghilangkan properti/ materi jenis lain melalui kegiatan tipu muslihat, atau penggunaan cara lainnya yang dapat menguntungkan diri sendiri, sekelompok orang yang dilakukan secara tidak adil.

Fraud juga dapat dipahami sebagai fakta yang disengaja diputarbalikkan atau dikaburkan untuk tujuan mencabut hak milik atau materi orang lain demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Namun, secara singkat Fraud dapat didefinisikan sebagai tindakan curang (kecurangan).

Beberapa contoh lain fraud adalah sebagai berikut:
a. Korupsi: konflik kepentingan, penyuapan, gratifikasi ilegal, dan tindak pemerasan yang merugikan secara ekonomi.
b. Penyalahgunaan aset tunai: pencurian, skimming, dan tindak kecurangan lain yang dilakukan tidak terkecuali pada skema penagihan, penggajian, dan penggantian biaya.
c. Penyalahgunaan aset non-tunai: pencurian, permintaan ulang aset palsu, perusakan, penghapusan atau penggunaan catatan dan peralatan yang tidak sesuai dengan kesepakatan, pengungkapan informasi rahasia yang kepada publik, dan pemalsuan maupun perubahan dokumen yang mengakibatkan kerugian pada orang lain.
d. Pernyataan palsu termasuk pada laporan keuangan, kredensial, dan pelaporan eksternal.
e. Tindakan penipuan yang dilakukan oleh pelanggan, vendor atau pihak lain termasuk upaya penyuapan, dan penipuan faktur dari pemasok atau informasi dari pelanggan.
f. Penyalahgunaan wewenang demi mendapatkan keuntungan pribadi dengan merugikan pihak lain.

Contoh fraud dalam perusahaan


Contoh Fraud Dalam Sebuah Perusahaan

Untuk memahami fraud secara mendalam berikut ini merupakan contoh fraud dalam sebuah perusahaan:
1. Dalam perusahaan perbankan contoh fraud ini dapat ditemukan misalnya ketika seorang account officer yang sedang memproses sebuah pengajuan kredit dari seorang nasabah mendapati jika nasabah tersebut merupakan nasabah yang tidak layak dibiayai oleh institusinya. Namun karena calon nasabah menyediakan imbalan uang ketika proses kredit telah disetujui dan dicairkan maka account officer tersebut menggunakan data dan fakta tipuan agar permohonan kredit tersebut disetujui oleh pimpinan. Jika disetujui sudah tentu perusahaan dimana account officer bernaung akan dirugikan, misalnya jika terjadi kredit macet/ wanprestasi kredit.

2. Contoh fraud lain dalam sebuah perusahaan juga dapat ditemukan pada proses lelang pengadaan sebuah barang. Umumnya setiap perusahaan akan mencoba mendapatkan barang secara selektif dengan arti lain, nilai harga sebanding dengan nilai sebuah barang, ketika barang tidak memiliki sebanding dengan nilainya perusahaan tersebut sudah barang tentu akan dirugikan. Namun, bisa saja terjadi ketika petugas yang berwenang dalam lelang/ wakil lelang yang ditunjuk oleh perusahaan menyalahgunakan wewenangnya untuk menunjuk pihak tertentu agar pengajuan pengadaan mereka disetujui dengan iming-iming imbalan tertentu.

3. Fraud juga dapat terjadi dalam proses pemilihan kandidat karyawan perusahaan. Fraud dalam hal ini terjadi karena proses rekruitmen yang biasanya dilakukan oleh staf yang berwenang dalam pengelolaan sumber daya manusia/ SDM menerima kandidat yang sebenarnya tidak layak untuk diterima dengan imbalan atau keuntungan. Jika terjadi fraud jenis ini kandidat tersebut tentu akan menghambat kinerja perusahaan.


            Banyak contoh lain fraud dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut bisa terjadi jika celah yang ada tidak segera direspon dan diperbaiki. Lalu bagaimana cara mengatasinya dan tindakan pencegahannya? Artikel selanjutnya akan membahas bagaimana cara untuk menanggulangi atau meminimalisir terjadinya fraud secara efektif.

Tidak ada komentar